Jika kamu ada menemukan error/bug dalam blog ini, mohon konfirmasi ke saya ya!. Klik Disini

Hari Pertama Bimtek Pembelajaran Model STEAM Jenjang SD Tahun 2026: Membangun Pola Pikir Bertumbuh dan Memahami Konsep STEAM

Medan, 31 Agustus 2026 | Hari pertama kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Model STEAM Jenjang SD Tahun 2026 berlangsung di Hotel Putra Mulia, Medan. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan ini diikuti oleh para guru dan peserta yang mendapatkan kesempatan untuk memperdalam pemahaman tentang pembelajaran berbasis STEAM di jenjang sekolah dasar. 


Kegiatan Bimtek berlangsung selama dua hari, yaitu 31 Agustus sampai 1 September 2026. Pada hari pertama, peserta tidak hanya mendapatkan pemaparan materi dari narasumber, tetapi juga terlibat dalam diskusi, aktivitas kelompok, serta refleksi pembelajaran. 

Pembukaan Kegiatan 

Kegiatan dimulai sekitar pukul 08.30 WIB dengan pembukaan oleh protokol. Suasana kegiatan kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa agar seluruh rangkaian Bimtek dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi para peserta. 

Selanjutnya, peserta mendengarkan laporan pelaksanaan kegiatan yang disampaikan oleh Kepala Tim (Katim) Kebudayaan. Laporan tersebut menjadi bagian penting dalam pembukaan karena memberikan gambaran mengenai pelaksanaan dan tujuan kegiatan Bimtek. 

Acara kemudian dibuka dengan arahan dan bimbingan dari Ahmad Zulyaden, S.Pd.Kor., M.Or., M.M., selaku Kasi PTK SD dan SMP. Dalam arahannya, peserta mendapatkan penguatan mengenai pentingnya peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan pembelajaran di sekolah dasar. 

Bertemu dengan Narasumber dari BBGTK 

Setelah acara pembukaan, kegiatan memasuki sesi bersama narasumber dari BBGTK. Salah satu narasumber yang memberikan materi adalah Husni Ilyas, S.T., M.Kom., bersama dua narasumber lainnya. 

Sebelum memasuki sesi pembelajaran, seluruh peserta, narasumber, dan perwakilan dari Dinas Pendidikan melakukan foto bersama. Kegiatan sederhana ini menjadi bagian dari dokumentasi sekaligus menambah semangat kebersamaan dalam mengikuti Bimtek. 

Setelah sesi foto bersama, peserta diarahkan menuju ruangan masing-masing. Peserta dibagi ke dalam tiga ruangan, yaitu: 
  • Sudirman, Lantai 1: Peserta 1 sampai 100 
  • Ki Hajar Dewantara, Lantai 2: Peserta 101 sampai 160 
  • Pudir, Lantai 5: Peserta 161 sampai 200 
Pembagian ruangan ini menandai dimulainya sesi utama Bimtek. 

Memulai dari Pola Pikir 

Materi pertama yang disampaikan narasumber cukup menarik. Sebelum membahas STEAM secara lebih mendalam, peserta diajak memahami konsep pola pikir atau mindset. Narasumber menjelaskan dua jenis pola pikir, yaitu fixed mindset atau pola pikir tetap dan growth mindset atau pola pikir bertumbuh. 

Pola pikir tetap membuat seseorang cenderung melihat kemampuan sebagai sesuatu yang sulit berubah. Sebaliknya, pola pikir bertumbuh memandang kemampuan sebagai sesuatu yang dapat dikembangkan melalui proses belajar, usaha, pengalaman, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri. 

Bagi seorang guru, pemahaman mengenai pola pikir ini sangat penting. Guru tidak hanya perlu memiliki pola pikir bertumbuh untuk dirinya sendiri, tetapi juga perlu membantu peserta didik membangun keyakinan bahwa mereka dapat berkembang melalui proses pembelajaran. 

Diskusi Kelompok: Fixed Mindset dan Growth Mindset 

Setelah pemaparan materi, peserta dibagi ke dalam kelompok untuk berdiskusi. Setiap kelompok membahas perbedaan antara pola pikir tetap dan pola pikir bertumbuh. Diskusi ini membuat peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan narasumber, tetapi juga menghubungkan konsep tersebut dengan pengalaman yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Melalui diskusi, peserta diajak melihat bahwa cara guru memberikan respons terhadap kesalahan, tantangan, dan keberhasilan siswa dapat memengaruhi pola pikir siswa dalam belajar. 

Mengenal Pendekatan PM Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua 

Materi berikutnya membahas pendekatan PM menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan dengan kerangka kerja PM serta kata kunci yang menjadi perhatian utama, yaitu memuliakan dan menghormati murid. Pendekatan tersebut menempatkan murid sebagai bagian penting dalam proses pendidikan. Guru perlu membangun pembelajaran yang memperhatikan kebutuhan, potensi, dan pengalaman peserta didik. 

Narasumber juga menjelaskan tiga prinsip utama dalam pembelajaran, yaitu:
  1. Berkesadaran 
  2. Bermakna 
  3. Menggembirakan 
Ketiga prinsip tersebut menjadi pengingat bahwa pembelajaran tidak cukup hanya berorientasi pada penyampaian materi. Proses belajar juga perlu membantu siswa memahami apa yang dipelajari, merasakan manfaatnya, dan terlibat secara aktif dalam pembelajaran. 

Apa Itu STEAM? 

Setelah mendapatkan penguatan mengenai pola pikir dan pendekatan pembelajaran, peserta mulai diarahkan pada materi utama, yaitu STEAM. STEAM merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan lima bidang, yaitu: Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics. 

Melalui pendekatan STEAM, siswa didorong untuk menghubungkan pengetahuan dari berbagai bidang dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Pembelajaran tidak berhenti pada teori. Siswa juga diberi kesempatan untuk mencoba, merancang, membuat, menguji, dan memperbaiki hasil karyanya. 
Narasumber kemudian menjelaskan kerangka kerja dan alur pelaksanaan pembelajaran STEAM. Penjelasan ini menjadi bekal awal bagi peserta sebelum masuk pada kegiatan praktik. 

Tantangan Membuat Menara dari 10 Lembar Kertas 

Salah satu sesi yang paling menarik pada hari pertama adalah kegiatan diskusi dan praktik kelompok. Narasumber memberikan tantangan kepada setiap kelompok untuk membuat satu menara yang kokoh. 

Aturannya sederhana, tetapi cukup menantang. Setiap kelompok hanya mendapatkan: 
  • 10 lembar kertas 
  • 1 buah double tip 
Tidak boleh menggunakan alat atau bahan tambahan. Peserta kemudian mulai berdiskusi. Berbagai ide muncul. Ada yang mengusulkan cara melipat kertas, membuat struktur tertentu, hingga menentukan bagian mana yang harus menjadi dasar menara. Aktivitas ini memberikan pengalaman langsung tentang bagaimana pembelajaran STEAM dapat diterapkan melalui sebuah tantangan sederhana. 

Peserta tidak hanya dituntut menghasilkan sebuah produk. Mereka harus bekerja sama, mengembangkan ide, mempertimbangkan kekuatan struktur, mengambil keputusan, dan mencari solusi ketika menghadapi keterbatasan bahan. Dari kegiatan tersebut, terlihat bahwa proses pembelajaran dapat dirancang agar peserta didik belajar melalui pengalaman langsung. Konsep yang sebelumnya dijelaskan secara teori dapat dirasakan melalui aktivitas sederhana. 

Refleksi di Penghujung Hari 

Menjelang akhir kegiatan, peserta diajak melakukan refleksi terhadap materi yang telah dipelajari sepanjang hari. Refleksi menjadi bagian penting karena peserta tidak hanya diminta mengingat materi, tetapi juga memikirkan kembali apa yang telah dipahami dan bagaimana pengetahuan tersebut dapat diterapkan dalam pembelajaran di sekolah. Hari pertama Bimtek memberikan beberapa pemahaman penting. 

Peserta diajak memulai pembelajaran STEAM dari sesuatu yang mendasar, yaitu pola pikir guru dan cara memandang peserta didik. Pembelajaran yang baik perlu dibangun dengan kesadaran bahwa setiap siswa memiliki kesempatan untuk berkembang. Guru perlu menciptakan pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. 

Sementara itu, kegiatan membuat menara dari kertas memberikan gambaran nyata bahwa pembelajaran STEAM dapat dikemas melalui aktivitas sederhana yang mendorong kreativitas, kolaborasi, pemecahan masalah, dan keterampilan berpikir. 

Bersambung ke Hari Kedua 

Hari pertama Bimtek ditutup dengan refleksi. Namun, perjalanan belajar belum selesai. Materi mengenai pembelajaran model STEAM akan dilanjutkan pada hari kedua, 1 September 2026. Peserta tentu masih menantikan materi dan aktivitas berikutnya yang diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih mendalam tentang bagaimana menerapkan pembelajaran STEAM di sekolah dasar. 

Bagi saya, hari pertama ini menjadi pengalaman yang berharga. Bukan hanya karena mendapatkan pengetahuan baru tentang STEAM, tetapi juga karena kembali diingatkan bahwa perubahan pembelajaran harus dimulai dari cara guru berpikir, cara guru memandang murid, dan cara guru merancang pengalaman belajar. 

Bersambung ke cerita Bimtek Pembelajaran Model STEAM Jenjang SD Tahun 2026, Hari Kedua.
Berkarya, Berprestasi, Menginspirasi

Posting Komentar

© RAMLAN MARBUN. All rights reserved. Distributed by Pixabin